Tembaga(I) oksida CAS:1317-39-1
Tembaga(I) oksida memiliki beragam aplikasi di berbagai industri karena sifatnya yang unik. Di bidang katalisis, ia berfungsi sebagai katalis dalam berbagai reaksi organik, khususnya dalam sintesis bahan kimia halus dan zat perantara farmasi. Perannya sebagai katalis memungkinkan produksi senyawa yang diinginkan secara efisien dan selektif. Di industri kelautan, tembaga(I) oksida digunakan sebagai bahan aktif dalam cat anti-fouling untuk mencegah penempelan dan pertumbuhan organisme laut pada lambung kapal dan struktur bawah air. Dengan memasukkan tembaga(I) oksida ke dalam cat ini, perlindungan jangka panjang terhadap biofouling tercapai, sehingga mengurangi kebutuhan perawatan dan meningkatkan efisiensi bahan bakar kapal. Selain itu, tembaga(I) oksida digunakan sebagai material elektroda dalam beberapa jenis sel surya, khususnya pada perangkat fotovoltaik yang dikenal sebagai sel surya tembaga oksida. Sel-sel ini menggunakan tembaga(I) oksida untuk memfasilitasi konversi energi matahari menjadi energi listrik, berkontribusi pada kemajuan teknologi energi terbarukan. Lebih jauh lagi, senyawa ini memiliki potensi aplikasi di bidang pendeteksian gas, di mana sifat semikonduktornya dieksplorasi untuk mendeteksi gas seperti karbon monoksida dan hidrogen. Sensitivitas tembaga(I) oksida terhadap gas-gas ini menjadikannya berharga untuk pengembangan sensor gas dengan kinerja dan keandalan tinggi. Secara keseluruhan, keserbagunaan tembaga(I) oksida memungkinkan penggunaannya dalam katalisis, pelapis kelautan, teknologi energi terbarukan, perangkat pendeteksi gas, dan berpotensi aplikasi baru lainnya, yang menunjukkan signifikansinya dalam berbagai konteks industri dan teknologi.
| Komposisi | Cu2O |
| Pengujian | 99% |
| Penampilan | bubuk putih |
| Nomor CAS | 1317-39-1 |
| Sedang mengemas | Kecil dan besar |
| Masa Simpan | 2 tahun |
| Penyimpanan | Simpan di tempat yang sejuk dan kering. |
| Sertifikasi | ISO. |








