Cefaclor CAS:53994-73-3
Cefaclor banyak digunakan dalam pengaturan klinis untuk melawan infeksi bakteri yang disebabkan oleh organisme yang rentan. Aplikasi umum cefaclor meliputi pengobatan infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia, bronkitis, dan sinusitis, serta infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, dan otitis media. Dokter dapat meresepkan cefaclor berdasarkan jenis infeksi tertentu, patogen yang teridentifikasi, dan riwayat medis pasien. Dosis yang tepat dan kepatuhan terhadap rejimen pengobatan yang diresepkan sangat penting untuk memastikan efektivitas cefaclor dalam memberantas infeksi dan meminimalkan risiko resistensi bakteri. Cefaclor tersedia dalam bentuk sediaan oral, sehingga mudah digunakan untuk pasien rawat jalan. Pasien disarankan untuk mengonsumsi cefaclor sesuai petunjuk dokter dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan antibiotik, meskipun gejalanya membaik sebelum pengobatan selesai. Para profesional kesehatan mempertimbangkan dengan cermat faktor-faktor seperti usia pasien, berat badan, fungsi ginjal, dan riwayat alergi saat menentukan dosis cefaclor yang tepat. Selain itu, pemantauan potensi efek samping, seperti gangguan pencernaan atau reaksi alergi, merupakan aspek penting dari terapi cefaclor. Dengan berpedoman pada praktik terbaik dalam meresepkan dan menggunakan cefaclor, penyedia layanan kesehatan bertujuan untuk secara efektif mengelola infeksi bakteri sekaligus meminimalkan perkembangan resistensi antibiotik dan memastikan hasil klinis yang optimal bagi pasien.
| Komposisi | C15H14ClN3O4S |
| Pengujian | 99% |
| Penampilan | bubuk putih |
| Nomor CAS | 53994-73-3 |
| Sedang mengemas | Kecil dan besar |
| Masa Simpan | 2 tahun |
| Penyimpanan | Simpan di tempat yang sejuk dan kering. |
| Sertifikasi | ISO. |








