Amoksisilin CAS:26787-78-0
Amoksisilin umumnya digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti otitis media, sinusitis, faringitis streptokokus, dan infeksi saluran kemih. Obat ini juga dapat menjadi bagian dari terapi kombinasi untuk kondisi tertentu, seperti pemberantasan Helicobacter pylori dalam penanganan tukak lambung. Dosis dan durasi pengobatan amoksisilin bergantung pada infeksi spesifik yang diobati, usia, berat badan, dan fungsi ginjal pasien, serta tingkat keparahan penyakit. Sangat penting bagi pasien untuk mematuhi jadwal dosis yang diresepkan dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan untuk memastikan efektivitas antibiotik dan mengurangi risiko resistensi bakteri. Penyedia layanan kesehatan mempertimbangkan faktor-faktor seperti alergi, pengobatan bersamaan, dan penggunaan antibiotik sebelumnya ketika menentukan kesesuaian pemberian amoksisilin. Pasien dengan alergi terhadap penisilin atau sefalosporin harus menghindari amoksisilin karena risiko reaksi silang dan potensi reaksi alergi. Efek samping yang terkait dengan penggunaan amoksisilin dapat meliputi gangguan pencernaan, reaksi alergi, dan perkembangan diare terkait antibiotik. Pemantauan ketat terhadap efek samping ini, beserta pelaporan segera kepada tenaga kesehatan jika terjadi, sangat penting untuk mengelola keamanan dan tolerabilitas terapi amoksisilin. Dengan mengikuti dosis yang diresepkan dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan, pasien dapat memaksimalkan kemanjuran amoksisilin dalam mengatasi infeksi bakteri sekaligus meminimalkan risiko resistensi bakteri dan memastikan hasil pengobatan yang baik.
| Komposisi | C16H19N3O5S |
| Pengujian | 99% |
| Penampilan | bubuk putih |
| Nomor CAS | 26787-78-0 |
| Sedang mengemas | Kecil dan besar |
| Masa Simpan | 2 tahun |
| Penyimpanan | Simpan di tempat yang sejuk dan kering. |
| Sertifikasi | ISO. |








